Saya merasa beruntung bin syukur, tinggal di kampung, walau anak saya sering bingung dan bertanya, “Kita ini tinggal di desa apa di kota sih Pak?” Dengan gaya politisi, saya selalu jawab begini; “Kalau kota itu tak ada jalan yang berlubang, apalagi becek. Sedangkan di desa itu cirinya jalannya berlubang dan becek. Nah, sekarang perhatikanlah jalan di sekitar rumah kita?” Kulihat dahinya berkerut, wajahnya berubah demi menemukan dan menyimpulkan jawabannya. Tapi saya yakin dia telah mengerti maksud saya bahwa dia tidak tinggal di kota tapi di desa alias kampung.
Terimakasih telah mengunjungi Blog kami. Semoga Blog kami ini dapat bermanfaat bagi para pengunjung.
Sabtu, 25 Februari 2012
Bangun Malam (3)
Adakah diri yang tidak ingin bercengkrama dengan Kekasihnya? Adakah insan yang tidak berusaha untuk bisa bermesraan dengan Kekasihnya? Apakah ada yang ingin sebentar saja ketemu Kekasihnya? Tak ingin berlama – lama? Adakah jiwa yang lupa alamat sang Kekasih? Padahal sang Pujaan selalu memanggil - manggil setiap saatnya tiba. Idealnya tidak ada diri yang tidak ingin bertemu dan bercengkrama, berlama – lama bermesraan dengan Sang Kekasih, apalagi melupakan alamatnya. Namun pada kenyataannya banyak diri yang terlena dan terbuai tidak melakukannya. Allah adalah kekasih orang iman. Allah adalah sang Pujaan, Dia tak pernah bosan memanggil setiap malam sampai fajar tiba.
Bangun Malam (2)
Menyadari kelemahan pada diri sendiri adalah hal yang baik. Menemukan sumber kelemahan diri itu juga baik. Apalagi bisa menemukan solusi untuk mengatasinya, itu lebih baik lagi. Sebab laksana dokter, dari gejalanya bisa menemukan sumbernya dan memberikan obat yang mujarab sehingga sembuh penyakitnya. Nah, yang terbaik adalah mengakui kelemahan diri, menemukan sumbernya, memberikan jalan keluarnya dan menyerahkan diri sepenuhnya ke Allah atas hasil dari usaha itu semua. Tak lupa minta pertolongan dariNya. Bahwa manusia adalah makhluk lemah.
Shalat Jum’at haruskah dengan 40 Jama’ah?
Kita pasti sudah mendengar ataupun membaca bahwa
shalat Jum’at disyaratkan dengan berjama’ah di masjid.
Sebagian ulama menyaratkan harus minimal 40 jama’ah agar bisa
dinyatakan sah. Sebagian lainnya menyatakan dengan jumlah tertentu, 2,
3, 4, 12, dan Imam Ahmad sendiri menyaratkan 50 orang sebagaimana
disebutkan dalam Al Mughni. Saat ini essademuslim.blogspot.com akan meninjau masalah
tersebut secara ringkas. Semoga Allah mudahkan.
Shalat Malam (Tahajjud), Apakah Harus Tidur Dahulu?
Hukum
sholat malam adalah sunah muakkad, yaitu mendekati wajib
tetapi tidak wajib. Dengan kata lain, shalat malam sangat dianjurkan,
itulah sebabnya para orang saleh terdahulu menjadikan shalat malam
sebagai kebiasaan
Langganan:
Postingan (Atom)
