Halaman

Kamis, 22 November 2012

Gadis Jelita Terbakar! Balasan Tolak Hukum Allah


Pada suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bus mini untuk menuju ke destinasi di wilayah Iskandariah.

Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menyolok mata.Bajunya agak tipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan daripada pandangan lelaki ajnabi atau mahramnya.

Gadis itu berumur 20 tahun. Di dalam bus itu, ada seorang tua yang dipenuhi uban menegurnya:

“Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…. ” nasihat orang tua itu.

Namun, nasihat yang sangat bertepatan dengan tuntunan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawapan yang mengejek:

Rabu, 24 Oktober 2012

10 Fakta Unik Tentang Islam


1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia, dan menempati urutan nomor dua di negara inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )

2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam

3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk

Rabu, 07 Maret 2012

Banyak Amalan Yang jadi Pulihan

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,"Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan,
[Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam) dan keutamaan kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan yang terpuji, yang telah Engkau janjikan], maka ia akan mendapatkan syafa'atku pada hari Kiamat.." (HR. al-Bukhari)

Sabtu, 25 Februari 2012

Bangun Malam (4)

Saya merasa beruntung bin syukur, tinggal di kampung, walau anak saya sering bingung dan bertanya, “Kita ini tinggal di desa apa di kota sih Pak?” Dengan gaya politisi, saya selalu jawab begini; “Kalau kota itu tak ada jalan yang berlubang, apalagi becek. Sedangkan di desa itu cirinya jalannya berlubang dan becek. Nah, sekarang perhatikanlah jalan di sekitar rumah kita?” Kulihat dahinya berkerut, wajahnya berubah demi menemukan dan menyimpulkan jawabannya. Tapi saya yakin dia telah mengerti maksud saya bahwa dia tidak tinggal di kota tapi di desa alias kampung.

Bangun Malam (3)

 


Adakah diri yang tidak ingin bercengkrama dengan Kekasihnya? Adakah insan yang tidak berusaha untuk bisa bermesraan dengan Kekasihnya? Apakah ada yang ingin sebentar saja ketemu Kekasihnya? Tak ingin berlama – lama? Adakah jiwa yang lupa alamat sang Kekasih? Padahal sang Pujaan selalu memanggil - manggil setiap saatnya tiba. Idealnya tidak ada diri yang tidak ingin bertemu dan bercengkrama, berlama – lama bermesraan dengan Sang Kekasih, apalagi melupakan alamatnya. Namun pada kenyataannya banyak diri yang terlena dan terbuai tidak melakukannya. Allah adalah kekasih orang iman. Allah adalah sang Pujaan, Dia tak pernah bosan memanggil setiap malam sampai fajar tiba.

Bangun Malam (2)



Menyadari kelemahan pada diri sendiri adalah hal yang baik. Menemukan sumber kelemahan diri itu juga baik. Apalagi bisa menemukan solusi untuk mengatasinya, itu lebih baik lagi. Sebab laksana dokter, dari gejalanya bisa menemukan sumbernya dan memberikan obat yang mujarab sehingga sembuh penyakitnya. Nah, yang terbaik adalah mengakui kelemahan diri, menemukan sumbernya, memberikan jalan keluarnya dan menyerahkan diri sepenuhnya ke Allah atas hasil dari usaha itu semua. Tak lupa minta pertolongan dariNya. Bahwa manusia adalah makhluk lemah.

Shalat Jum’at haruskah dengan 40 Jama’ah?

Kita pasti sudah mendengar ataupun membaca bahwa shalat Jum’at disyaratkan dengan berjama’ah di masjid.  Sebagian ulama menyaratkan harus minimal 40 jama’ah agar bisa dinyatakan sah.  Sebagian lainnya menyatakan dengan jumlah tertentu, 2, 3, 4, 12, dan Imam Ahmad sendiri menyaratkan 50 orang sebagaimana disebutkan dalam Al Mughni. Saat ini essademuslim.blogspot.com akan meninjau masalah tersebut secara ringkas. Semoga Allah mudahkan.

Shalat Malam (Tahajjud), Apakah Harus Tidur Dahulu?


Hukum sholat malam adalah sunah muakkad, yaitu mendekati wajib tetapi tidak wajib. Dengan kata lain, shalat malam sangat dianjurkan, itulah sebabnya  para orang saleh terdahulu menjadikan shalat malam sebagai kebiasaan

Bangun Malam (1)


Sungguh elok, mendapati diri dalam hidayah Allah dan hidup bergelimang rempah kesyukuran. Tak ada lagi yang perlu diragukan, kecuali hanya kebodohan diri dan kedholiman. Innahuu kaana dholuuman jahuulan – (QS al-Ahzaab: 72). Kadang sifat bodoh mengalir begitu saja tanpa terasa. Kadang kedholiman – aniaya diri - terjadi tanpa disengaja. Tahu – tahu sudah jauh dari arus kebenaran.

Kamis, 23 Februari 2012

Kisah Nyata di Suatu Dauroh (Perjalanan Seorang Penuntut Ilmu yang Perlu Diteladani)

Kisah Nyata di Suatu Dauroh (Perjalanan Seorang Penuntut Ilmu yang Perlu Diteladani) Penulis : Hamba Alloh


 Bismillaahirrohmaanirrohiim……..
Cerita ini saya (penulis) tulis adalah untuk memberikan ibroh kepada kita semua khususnya saya sendiri bahwa penderitaan dan kesusahahpayahan kita dalam menempuh jalan yang haq ini tidaklah seberapa, bahkan jika kita bandingkan dengan para salafushalih. Cerita yang saya ambil ini adalah kisah manusia di masa ini, dimana sangat langka dan sulit ditemui orang-orang yang memiliki ghiroh yang sama sepertinya dalam tholabul ‘ilm. Saya menuliskan cerita ini adalah berdasarkan sebuah kisah nyata, dimana kisah tersebut saya dengar sendiri oleh salah satu sumber (akhowat) terpercaya yang mengetahui kisah tersebut…wallahua’lam. Semoga kisah ini dapat memotivasi dan menginspirasi kita untuk lebih dapat bersemangat dalam menuntut ilmu syar’ie…Baarokallohufiikum……
Di suatu daerah terpencil, terdapat sepasang suami istri yang sangat zuhud….mereka belum dikaruniai seorang putra karena masih dikategorikan pengantin yang masih baru. Perlu diketahui sang suami adalah seorang yang sangat rajin menuntut ilmu, ia adalah seseorang yang memiliki semangat yang sangat luar biasa untuk memperoleh ilmu. Bahkan dahulu ketika ia ingin menikah, ia tidak mempunyai sepeser uang yang cukup untuk meminang seorang akhowat, dan akhirnya ia menghadap kepada salah seorang ustadz di ma’had yang saat itu ia belajar di sana hanya untuk meminta nasihat bagaimana ia dapat menikah. Ia sangat sadar bahwa dirinya tak tampan, dan tidak mapan dalam pekerjaan karena hampir masa mudanya dihabiskan di ma’had. Sang ustadz pun menghargai tekadnya dan pada akhirnya membiayai pernikahan lelaki tersebut.
Sang suami di masa mudanya adalah salah seorang murid yang diakui kepandaiannya di ma’hadnya. Beberapa rekan dan ustadz memujinya dalam hal keilmuannya. Suatu hari sang suami berniat ingin mendatangi suatu dauroh di luar kota. Karena ia belum memiliki pekerjaan yang tetap (masih serabutan-red-) maka ia dan istrinya memikirkan bagaimana caranya agar sang suami dapat pergi untuk mendatangi dauroh tersebut walau ekonomi mereka sangat pas-pasan. Jarak yang harus ditempuh sangatlah jauh, sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan penghasilan mereka untuk makan sehari-hari saja masih belum cukup. Sang suami bukanlah seorang yang malas dalam mencari nafkah, namun qadarallah....Allah telah menetapkan rezekinya hanya sedemikian. Walau demikian ia tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya.
Suatu hari istrinya yang walhamdulillah sangat qona’ah dan juga zuhud, berinisiatif membongkar tabungan yang beberapa bulan ia kumpulkan di kotak penyimpanannya. Qaddarallah.....uang yang terkumpul hanya Rp 10.000,-. Bayangkan wahai pembaca,,,,bahkan mata ini ingin menangis ketika saya mengetik kisah ini....Dalam sehari kita bisa memegang uang puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan mungkin hingga ada yang mencapai nominal jutaan...Dengan keistiqomahan dan kezuhudan sang istri tidak pernah mengeluh untuk mengumpulkan 100 perak (Rp 100,-) setiap keuntungan yang diperoleh suaminya yang tidak setiap hari ia dapatkan.....
Sang istri segera mengumpulkan uang tersebut dan berinisiatif untuk membuatkan bekal arem-arem (bahasa jawa), yaitu sejenis nasi kepal yang dibungkus daun pisang untuk bekal perjalanan suaminya. Hanya itu yang dapat sang istri berikan kepada suaminya sebagai wujud cinta dan kasih sayangnya....
Sang suami pun kemudian berangkat dengan membawa bekal dan do’a dari istrinya untuk menuntut ilmu....Ia pergi dengan berjalan kaki.....yah!! hanya berjalan kaki untuk menepuh jarak puluhan kilometer!!! (wallahua’lam) Karena ia tak membawa uang sepeserpun untuk bepergian...hanya beberapa buah arem-arem dan pakaian yang melekat di badannya yang ia bawa ke luar kota... Subhanallooh.....
Perjalanan ia tempuh 3 hari 3 malam dengan kedua kakinya tanpa kendaraan satupun....Akhirnya ia pun sampai di tempat dauroh dilaksanakan, hanya dengan berjalan kaki dan berteduh di tempat seadanya selama perjalanan.....
Dauroh akhirnya dimulai...selama dauroh ia sangat antusias untuk mengambil ilmu yang diterimanya, ia mengambil shaf paling depan dan dekat dengan ustadz pemateri. Namun beberapa saat kemudian ia mendapat teguran oleh seseorang di sampingnya karena setiap beberapa menit ia selalu meluruskan kakinya ketika materi berlangsung...hal itu tidak ia lakukan sekali-dua kali....namun hingga beberapa kali...hingga akhirnya orang disampingnya pun menegurnya karena menganggapnya tidak sopan....Hal itu ia lakukan karena kakinya terasa pegal selama 3 hari 3 malam berjalan kaki....Masyaa Alloh..
Saat istirahat pun tiba...ia berkumpul dengan ikhwan-ikhwan lain di dapur untuk membantu berbenah....ia pun akhirnya menceritakan kisah 3 hari 3 malamnya itu kepada salah seorang ikhwan di tempat tersebut..dan seketika membuat tercengang orang-orang yang mendengarnya.....Akhirnya cerita itu sampai ke telinga ustadz pemateri dauroh...Ustadz pun tercengang dengan kisah itu....dan akhirnya ustadz beserta ikhwan-ikhwan mengumpulkan dana sukarela untuk memberikan sumbangan kepadanya...dan terkumpulah uamg Rp 300.000,- sebagai dana bantuan untuk kepulangannya....
Subhanalloh...sebuah kisah yang mungkin sempat kita ragukan kebenarannya, tapi Insya Alloh ini kisah nyata.....Semoga kita dapat mengambil ibroh dari kisah ini....terakhir mari kita simak hadist berikut ini....
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim)
Yahya bin Abi Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, “Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan (dengan santai/tidak bersungguh-sungguh).” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi I/385, no. 554)
Semoga cerita ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua terkhususnya saya sebagai penulis.....Wallahua’lam bishowab....
Nb: Jika ada kekurangan penulisan maupun kekurangtepatan alur cerita dalam kisah ini...semua kesalahan dari penulis semata dan mohon untuk dimaklumi karena keterbatasan ingatan dan lain sebagaianya...karena kebenaran semuanya dari Alloh azza wa jalla semata.. 
                                                                                                                              Baarokallohufiikum

Rabu, 22 Februari 2012

Kuda Mainan


Seorang anak balita tampak asyik dengan mainan barunya: kuda-kudaan. Mainan dari kayu ini berbentuk mirip kuda dengan alas kayu berbentuk setengah elips.
Ketika kuda mainan itu digerakkan ke depan dan ke belakang, si penunggang, khususnya anak-anak, akan merasakan seolah-olah seperti naik kuda sungguhan.
“Asyik, aku naik kuda,” teriak sang anak sambil terus menggerakkan sang kuda mainan dengan kaki pijakannya.
Pandangan sang anak tertuju pada pesawat televisi di depannya yang sedang menayangkan kuda sungguhan yang sedang ditunggangi seseorang.
Sedemikian asyiknya, sang anak merasakan kalau dialah yang sedang menunggangi kuda sungguhan seperti yang ada di pesawat televisi itu. Tapi, rasa ingin tahunya pun muncul.
“Kak, kok lari kudanya di sini-sini aja?” tanya sang anak kepada kakaknya yang juga sedang menonton televisi.
“Iya, adikku. Itu karena bukan kudanya yang bergerak, tapi tenaga kamulah yang menggoyang-goyangkan kuda ke depan dan ke belakang,” jawab sang kakak sekenanya.
Sambil tetap semangat dengan kuda tunggangan mainannya, sang anak masih bingung dengan jawaban si kakak.
**
Siapa pun kita, baik individu maupun organisasi, tentu menginginkan perubahan kepada yang lebih baik. Semua pun bergerak, ‘menunggangi’ kemampuan dan modal yang dimiliki.
Namun, adakalanya, semua energi yang dikeluarkan dan segala keletihan yang telah dirasakan, ternyata tidak memberikan hasil yang diinginkan. Alih-alih ingin mencapai ke suatu tempat yang diinginkan, bergeser ke depan pun tidak. Ia masih tetap berada di mana ia mulai.
Boleh jadi, benar apa yang disampaikan sang kakak kepada adiknya, bukan kudanya yang bergerak maju, tapi kitalah yang hanya menggoyangkan ‘kuda’ ke depan dan kemudian mundur lagi ke belakang. (muhammadnuh@eramuslim.com)