Terimakasih telah mengunjungi Blog kami. Semoga Blog kami ini dapat bermanfaat bagi para pengunjung.
Kamis, 22 November 2012
Rabu, 24 Oktober 2012
10 Fakta Unik Tentang Islam
1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia,
dan menempati urutan nomor dua di negara inggris
untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )
2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam
3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero,
Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga
berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk
Rabu, 07 Maret 2012
Banyak Amalan Yang jadi Pulihan
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,"Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan,
[Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam) dan keutamaan kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan yang terpuji, yang telah Engkau janjikan], maka ia akan mendapatkan syafa'atku pada hari Kiamat.." (HR. al-Bukhari)
Sabtu, 25 Februari 2012
Bangun Malam (4)
Saya merasa beruntung bin syukur, tinggal di kampung, walau anak saya sering bingung dan bertanya, “Kita ini tinggal di desa apa di kota sih Pak?” Dengan gaya politisi, saya selalu jawab begini; “Kalau kota itu tak ada jalan yang berlubang, apalagi becek. Sedangkan di desa itu cirinya jalannya berlubang dan becek. Nah, sekarang perhatikanlah jalan di sekitar rumah kita?” Kulihat dahinya berkerut, wajahnya berubah demi menemukan dan menyimpulkan jawabannya. Tapi saya yakin dia telah mengerti maksud saya bahwa dia tidak tinggal di kota tapi di desa alias kampung.
Bangun Malam (3)
Adakah diri yang tidak ingin bercengkrama dengan Kekasihnya? Adakah insan yang tidak berusaha untuk bisa bermesraan dengan Kekasihnya? Apakah ada yang ingin sebentar saja ketemu Kekasihnya? Tak ingin berlama – lama? Adakah jiwa yang lupa alamat sang Kekasih? Padahal sang Pujaan selalu memanggil - manggil setiap saatnya tiba. Idealnya tidak ada diri yang tidak ingin bertemu dan bercengkrama, berlama – lama bermesraan dengan Sang Kekasih, apalagi melupakan alamatnya. Namun pada kenyataannya banyak diri yang terlena dan terbuai tidak melakukannya. Allah adalah kekasih orang iman. Allah adalah sang Pujaan, Dia tak pernah bosan memanggil setiap malam sampai fajar tiba.
Bangun Malam (2)
Menyadari kelemahan pada diri sendiri adalah hal yang baik. Menemukan sumber kelemahan diri itu juga baik. Apalagi bisa menemukan solusi untuk mengatasinya, itu lebih baik lagi. Sebab laksana dokter, dari gejalanya bisa menemukan sumbernya dan memberikan obat yang mujarab sehingga sembuh penyakitnya. Nah, yang terbaik adalah mengakui kelemahan diri, menemukan sumbernya, memberikan jalan keluarnya dan menyerahkan diri sepenuhnya ke Allah atas hasil dari usaha itu semua. Tak lupa minta pertolongan dariNya. Bahwa manusia adalah makhluk lemah.
Shalat Jum’at haruskah dengan 40 Jama’ah?
Kita pasti sudah mendengar ataupun membaca bahwa
shalat Jum’at disyaratkan dengan berjama’ah di masjid.
Sebagian ulama menyaratkan harus minimal 40 jama’ah agar bisa
dinyatakan sah. Sebagian lainnya menyatakan dengan jumlah tertentu, 2,
3, 4, 12, dan Imam Ahmad sendiri menyaratkan 50 orang sebagaimana
disebutkan dalam Al Mughni. Saat ini essademuslim.blogspot.com akan meninjau masalah
tersebut secara ringkas. Semoga Allah mudahkan.
Shalat Malam (Tahajjud), Apakah Harus Tidur Dahulu?
Hukum
sholat malam adalah sunah muakkad, yaitu mendekati wajib
tetapi tidak wajib. Dengan kata lain, shalat malam sangat dianjurkan,
itulah sebabnya para orang saleh terdahulu menjadikan shalat malam
sebagai kebiasaan
Bangun Malam (1)
Kamis, 23 Februari 2012
Kisah Nyata di Suatu Dauroh (Perjalanan Seorang Penuntut Ilmu yang Perlu Diteladani)
Kisah Nyata di Suatu Dauroh (Perjalanan Seorang Penuntut Ilmu yang Perlu Diteladani)
Penulis : Hamba Alloh
Bismillaahirrohmaanirrohiim……..
Bismillaahirrohmaanirrohiim……..
Cerita
ini saya (penulis) tulis adalah untuk memberikan ibroh kepada kita
semua khususnya saya sendiri bahwa penderitaan dan kesusahahpayahan kita
dalam menempuh jalan yang haq ini tidaklah seberapa, bahkan jika kita
bandingkan dengan para salafushalih. Cerita yang saya ambil ini adalah
kisah manusia di masa ini, dimana sangat langka dan sulit ditemui
orang-orang yang memiliki ghiroh yang sama sepertinya dalam tholabul
‘ilm. Saya menuliskan cerita ini adalah berdasarkan sebuah kisah nyata,
dimana kisah tersebut saya dengar sendiri oleh salah satu sumber
(akhowat) terpercaya yang mengetahui kisah tersebut…wallahua’lam. Semoga
kisah ini dapat memotivasi dan menginspirasi kita untuk lebih dapat
bersemangat dalam menuntut ilmu syar’ie…Baarokallohufiikum……
Di
suatu daerah terpencil, terdapat sepasang suami istri yang sangat
zuhud….mereka belum dikaruniai seorang putra karena masih dikategorikan
pengantin yang masih baru. Perlu diketahui sang suami adalah seorang
yang sangat rajin menuntut ilmu, ia adalah seseorang yang memiliki
semangat yang sangat luar biasa untuk memperoleh ilmu. Bahkan dahulu
ketika ia ingin menikah, ia tidak mempunyai sepeser uang yang cukup
untuk meminang seorang akhowat, dan akhirnya ia menghadap kepada salah
seorang ustadz di ma’had yang saat itu ia belajar di sana hanya untuk
meminta nasihat bagaimana ia dapat menikah. Ia
sangat sadar bahwa dirinya tak tampan, dan tidak mapan dalam pekerjaan
karena hampir masa mudanya dihabiskan di ma’had. Sang ustadz pun
menghargai tekadnya dan pada akhirnya membiayai pernikahan lelaki
tersebut.
Sang
suami di masa mudanya adalah salah seorang murid yang diakui
kepandaiannya di ma’hadnya. Beberapa rekan dan ustadz memujinya dalam
hal keilmuannya. Suatu hari sang suami berniat ingin mendatangi suatu
dauroh di luar kota. Karena ia belum memiliki pekerjaan yang tetap
(masih serabutan-red-) maka ia dan istrinya memikirkan bagaimana caranya
agar sang suami dapat pergi untuk mendatangi dauroh tersebut walau
ekonomi mereka sangat pas-pasan. Jarak yang harus ditempuh sangatlah
jauh, sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan
penghasilan mereka untuk makan sehari-hari saja masih belum cukup. Sang
suami bukanlah seorang yang malas dalam mencari nafkah, namun
qadarallah....Allah telah menetapkan rezekinya hanya sedemikian. Walau
demikian ia tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya.
Suatu
hari istrinya yang walhamdulillah sangat qona’ah dan juga zuhud,
berinisiatif membongkar tabungan yang beberapa bulan ia kumpulkan di
kotak penyimpanannya. Qaddarallah.....uang yang terkumpul hanya Rp
10.000,-. Bayangkan wahai pembaca,,,,bahkan mata ini ingin menangis
ketika saya mengetik kisah ini....Dalam sehari kita bisa memegang uang
puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan mungkin hingga ada yang mencapai
nominal jutaan...Dengan keistiqomahan dan kezuhudan sang istri tidak
pernah mengeluh untuk mengumpulkan 100 perak (Rp 100,-) setiap
keuntungan yang diperoleh suaminya yang tidak setiap hari ia
dapatkan.....
Sang
istri segera mengumpulkan uang tersebut dan berinisiatif untuk
membuatkan bekal arem-arem (bahasa jawa), yaitu sejenis nasi kepal yang
dibungkus daun pisang untuk bekal perjalanan suaminya. Hanya itu yang
dapat sang istri berikan kepada suaminya sebagai wujud cinta dan kasih
sayangnya....
Sang
suami pun kemudian berangkat dengan membawa bekal dan do’a dari
istrinya untuk menuntut ilmu....Ia pergi dengan berjalan kaki.....yah!!
hanya berjalan kaki untuk menepuh jarak puluhan kilometer!!!
(wallahua’lam) Karena ia tak membawa uang sepeserpun untuk
bepergian...hanya beberapa buah arem-arem dan pakaian yang melekat di
badannya yang ia bawa ke luar kota... Subhanallooh.....
Perjalanan
ia tempuh 3 hari 3 malam dengan kedua kakinya tanpa kendaraan
satupun....Akhirnya ia pun sampai di tempat dauroh dilaksanakan, hanya
dengan berjalan kaki dan berteduh di tempat seadanya selama
perjalanan.....
Dauroh
akhirnya dimulai...selama dauroh ia sangat antusias untuk mengambil
ilmu yang diterimanya, ia mengambil shaf paling depan dan dekat dengan
ustadz pemateri. Namun beberapa saat kemudian ia mendapat teguran oleh
seseorang di sampingnya karena setiap beberapa menit ia selalu
meluruskan kakinya ketika materi berlangsung...hal itu tidak ia lakukan
sekali-dua kali....namun hingga beberapa kali...hingga akhirnya orang
disampingnya pun menegurnya karena menganggapnya tidak sopan....Hal itu
ia lakukan karena kakinya terasa pegal selama 3 hari 3 malam berjalan
kaki....Masyaa Alloh..
Saat
istirahat pun tiba...ia berkumpul dengan ikhwan-ikhwan lain di dapur
untuk membantu berbenah....ia pun akhirnya menceritakan kisah 3 hari 3
malamnya itu kepada salah seorang ikhwan di tempat tersebut..dan
seketika membuat tercengang orang-orang yang mendengarnya.....Akhirnya
cerita itu sampai ke telinga ustadz pemateri dauroh...Ustadz pun
tercengang dengan kisah itu....dan akhirnya ustadz beserta ikhwan-ikhwan
mengumpulkan dana sukarela untuk memberikan sumbangan kepadanya...dan
terkumpulah uamg Rp 300.000,- sebagai dana bantuan untuk
kepulangannya....
Subhanalloh...sebuah
kisah yang mungkin sempat kita ragukan kebenarannya, tapi Insya Alloh
ini kisah nyata.....Semoga kita dapat mengambil ibroh dari kisah
ini....terakhir mari kita simak hadist berikut ini....
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim)
Yahya
bin Abi Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, “Ilmu tidak akan diperoleh
dengan tubuh yang dimanjakan (dengan santai/tidak bersungguh-sungguh).”
(Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa
Fadhlihi I/385, no. 554)
Semoga
cerita ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua
terkhususnya saya sebagai penulis.....Wallahua’lam bishowab....
Nb:
Jika ada kekurangan penulisan maupun kekurangtepatan alur cerita dalam
kisah ini...semua kesalahan dari penulis semata dan mohon untuk
dimaklumi karena keterbatasan ingatan dan lain sebagaianya...karena
kebenaran semuanya dari Alloh azza wa jalla semata..
Baarokallohufiikum
Baarokallohufiikum
Rabu, 22 Februari 2012
Kuda Mainan
Ketika kuda mainan itu digerakkan ke depan dan ke belakang, si penunggang, khususnya anak-anak, akan merasakan seolah-olah seperti naik kuda sungguhan.
“Asyik, aku naik kuda,” teriak sang anak sambil terus menggerakkan sang kuda mainan dengan kaki pijakannya.
Pandangan sang anak tertuju pada pesawat televisi di depannya yang sedang menayangkan kuda sungguhan yang sedang ditunggangi seseorang.
Sedemikian asyiknya, sang anak merasakan kalau dialah yang sedang menunggangi kuda sungguhan seperti yang ada di pesawat televisi itu. Tapi, rasa ingin tahunya pun muncul.
“Kak, kok lari kudanya di sini-sini aja?” tanya sang anak kepada kakaknya yang juga sedang menonton televisi.
“Iya, adikku. Itu karena bukan kudanya yang bergerak, tapi tenaga kamulah yang menggoyang-goyangkan kuda ke depan dan ke belakang,” jawab sang kakak sekenanya.
Sambil tetap semangat dengan kuda tunggangan mainannya, sang anak masih bingung dengan jawaban si kakak.
**
Siapa pun kita, baik individu maupun organisasi, tentu menginginkan perubahan kepada yang lebih baik. Semua pun bergerak, ‘menunggangi’ kemampuan dan modal yang dimiliki.
Namun, adakalanya, semua energi yang dikeluarkan dan segala keletihan yang telah dirasakan, ternyata tidak memberikan hasil yang diinginkan. Alih-alih ingin mencapai ke suatu tempat yang diinginkan, bergeser ke depan pun tidak. Ia masih tetap berada di mana ia mulai.
Boleh jadi, benar apa yang disampaikan sang kakak kepada adiknya, bukan kudanya yang bergerak maju, tapi kitalah yang hanya menggoyangkan ‘kuda’ ke depan dan kemudian mundur lagi ke belakang. (muhammadnuh@eramuslim.com)
Langganan:
Postingan (Atom)

